Envision Energy Hubungkan Prototipe Turbin PLTB AI Pertama dengan Jaringan Listrik untuk Fortescue, Mengawali Masa Depan Energi Terbarukan di Australia
SHANGHAI, 23 Januari, 2026 /PRNewswire/ -- Envision Energy, pemimpin industri teknologi hijau di dunia, berhasil menyambungkan prototipe turbin pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) pertama berbasiskan AI dengan jaringan listrik dalam proyek perdananya di Australia. Proyek ini mendukung PLTB Nullagine milik Fortescue di wilayah Pilbara—PLTB pertama Fortescue yang telah beroperasi, sebuah langkah penting dalam mendorong strategi Real Zero. Capaian ini merupakan torehan penting Envision di pasar energi terbarukan Australia sekaligus menegaskan potensi sistem AI fisik dalam mendorong dekarbonisasi industri skala besar di negara tersebut.
Proyek ini menggunakan 17 unit turbin PLTB AI Envision EN182-7,8 MW yang dirancang khusus untuk kondisi pertambangan dan lingkungan gurun di Australia, karakter angin setempat, serta standar ketat untuk jaringan listrik. Turbin PLTB ini mengintegrasikan teknologi self-erecting tower yang dikembangkan Nabrawind dengan tinggi poros 188 meter. Selain menjadi standar global untuk proyek PLTB di wilayah darat (onshore), teknologi ini juga ikut meningkatkan potensi produksi energi.
Elemen utama dari turbin-turbin ini adalah Dubhe Energy Foundation Model yang baru diluncurkan Envision—sistem AI fisik terbesar di dunia. Terinspirasi dari Dubhe, bintang penunjuk arah pada rasi Biduk (Big Dipper) yang selama ribuan tahun memandu manusia menuju Bintang Utara, Dubhe diperkenalkan oleh Founder & CEO, Envision, Lei Zhang, di ajang Abu Dhabi Sustainability Week. Bekerja sama dengan Tianji Weather Foundation Model milik Envision, Dubhe menganalisis aliran data energi dunia secara langsung dalam skala besar untuk koordinasi antara pembangkit listrik yang memanfaatkan energi terbarukan, sistem penyimpanan listrik, jaringan listrik, dan permintaan listrik. Selain membuka akses sumber energi terbarukan dan memangkas biaya hingga mendekati biaya nol, Dubhe membantu sistem energi berkembang secara efisien dengan dukungan AI, serta memenuhi lonjakan kebutuhan energi pada era AI.
"Selama berabad-abad, Dubhe memandu navigasi manusia untuk menembus kegelapan. Kini, Dubhe menerangi jalan menuju masa depan energi yang cerdas, terjangkau, dan tak terbatas—menopang peradaban baru yang selaras dengan planet kita," ujar Lei Zhang, Founder & CEO, Envision.
Kane Xu, SVP & President, International Product Line, Envision Energy, menambahkan, "Setelah berhasil menyambungkan turbin PLTB tersebut dengan jaringan listrik, kami membuktikan pendekatan AI Fisik yang digagas Envision—menunjukkan kemampuan turbin PLTB AI dalam memenuhi standar jaringan listrik terketat di dunia, serta memaksimalkan imbal hasil. Nullagine bukan sekadar proyek; pencapaian ini merupakan cetak biru yang skalanya dapat diperluas guna mewujudkan dekarbonisasi industri dan mencapai kesejahteraan dalam jangka panjang."
Sementara, Dino Otranto, Chief Executive Officer, Fortescue Metals and Operations, mengatakan, "Pencapaian target Real Zero berarti menggantikan diesel dan gas dengan energi terbarukan yang berkinerja andal dan berskala industri. PLTB—bersama PLTS dan baterai—memasok tenaga listrik yang berbiaya rendah dan andal untuk truk angkut, alat bor, fasilitas pengolahan, dan jalur rel kami di Pilbara. PLTB Nullagine akan terhubung langsung dengan Pilbara Energy Connect sehingga memperkuat pasokan listrik dengan menyeimbangkan produksi tenaga surya di siang hari, serta memanfaatkan sumber listrik dari PLTB pada malam hari dan sesuai musim."
SOURCE Envision Energy
Bagikan artikel ini