CMO KuCoin Tampil di BEYOND Expo: "Kepercayaan Menjadi Infrastruktur Baru" bagi Web3
MAKAU, 31 Mei 2026 /PRNewswire/ -- Setelah industri kripto beralih dari fase pertumbuhan yang didorong spekulasi, KuCoin menilai persaingan mendatang pada era Web3 tidak lagi ditentukan oleh trafik pengguna atau insentif token, namun infrastruktur kepercayaan.
Dalam diskusi panel bertajuk "The Answer to Web3 Liquidity: Asset Management, CEX, DEX and the Future" yang berlangsung di ajang BEYOND Expo 2026 di Makau, Chief Marketing Officer KuCoin, Skylar Wu, mengatakan industri saat ini tengah mengalami pergeseran struktural dari "attention economy" menuju "trust economy". Dalam fase ini, pertumbuhan jangka panjang semakin bergantung pada transparansi, kepatuhan regulasi, keamanan, dan infrastruktur yang berkelanjutan.
"Era pertumbuhan yang hanya mengandalkan spekulasi dan insentif jangka pendek mulai meredup," ujar Skylar. "Ke depan, platform yang unggul bukanlah yang paling banyak menyita perhatian, melainkan yang mampu membangun tingkat kepercayaan tertinggi melalui infrastruktur yang kuat dan andal."
Menurut Skylar, industri kripto kini memasuki babak persaingan baru ketika likuiditas saja tidak lagi memadai. Setelah aset digital semakin terintegrasi dengan sistem keuangan arus utama, pengguna maupun institusi kian mengutamakan keandalan eksekusi, transparansi, kepastian regulasi, dan daya tahan sistem keamanan. "Sebelumnya, kualitas infrastruktur lebih banyak diukur dari kecepatan transaksi dan ketersediaan likuiditas," ujarnya. "Namun, saat ini, infrastruktur juga harus mampu menunjukkan daya tahan, kepatuhan regulasi, transparansi, serta kemampuan untuk beroperasi secara berkelanjutan di berbagai pasar global."
Skylar menilai, transformasi tersebut turut mengubah perkembangan likuiditas. Jika sebelumnya berjalan dalam ekosistem yang terpisah, kini bursa terpusat, protokol terdesentralisasi, infrastruktur institusional, dan jaringan pembayaran semakin terhubung dalam lingkungan "likuiditas hibrida" yang semakin terhubung.
"Pengguna kini tidak terlalu mempersoalkan asal likuiditas. Saat ini, pengguna memprioritaskan transaksi yang berjalan efisien, aman, dan dapat diandalkan," jelasnya. "Berikutnya, platform akan semakin mempermudah blockchain seperti menggunakan aplikasi internet sehari-hari."
Skylar juga menyoroti kehadiran ETF Bitcoin, meningkatnya adopsi stablecoin, serta perkembangan kerangka regulasi di berbagai negara yang menunjukkan bahwa aset digital mulai bertransformasi dari instrumen spekulatif menjadi infrastruktur keuangan. Menurutnya, stablecoin kini menjadi sarana pembayaran dan penyelesaian transaksi berskala global, bukan lagi sekadar instrumen perdagangan aset kripto.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang "Trust First", KuCoin terus berinvestasi dalam transparansi Proof of Reserves, infrastruktur berstandar institusi, sistem keamanan, serta inisiatif kepatuhan regulasi global. Salah satunya melalui Trust Project senilai US$2 miliar yang saat ini masih berjalan. "Web3 kini tidak lagi hanya berfokus pada pengembangan platform perdagangan aset digital," ujar Skylar. "Industri aset digital tengah membangun fondasi kepercayaan yang menopang era baru keuangan digital. Berhadapan dengan pasar global yang semakin terhubung, KuCoin berupaya melampaui perannya sebagai bursa aset digital dan berkontribusi membangun infrastruktur kepercayaan yang mendukung terwujudnya One Global Financial Market."
Tentang KuCoin
Berdiri pada 2017, KuCoin merupakan platform kripto terkemuka di dunia yang telah meraih kepercayaan lebih dari 40 juta pengguna di lebih dari 200 negara dan wilayah. Dikenal atas keandalan dan pendekatan yang berfokus pada pengguna, KuCoin memadukan teknologi mutakhir, likuiditas yang kuat, serta sistem keamanan yang ketat untuk menghadirkan pengalaman trading yang lancar. KuCoin menyediakan akses ke lebih dari 1.500 aset digital melalui berbagai produk, serta berkomitmen membangun infrastruktur aset digital yang transparan, mematuhi regulasi, dan berorientasi pada pengguna untuk masa depan keuangan dengan dukungan sertifikasi SOC 2 Type II, ISO/IEC 27001:2022 dan ISO/IEC 27701:2019. Dalam beberapa tahun terakhir, KuCoin telah membangun fondasi kepatuhan regulasi global, termasuk meraih izin AUSTRAC di Australia, lisensi MiCA di Eropa, serta izin usaha lain di berbagai pasar.
Informasi selengkapnya: www.kucoin.com.
SOURCE KuCoin
Bagikan artikel ini